Friday, 12 August 2022 | 10:21 Wita

Muharram Bangkit, BMH Sulsel Berbagi untuk Yatim

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

BMH, HidayatullahSulsel.com — Terhitung sudah lima tahun Dino Maulana (17 th) tinggal di lingkungan Yayasan Arrisalah Parepare. Remaja yang telah ditinggal wafat ayahnya saat masih dua bulan ini sekarang telah kelas dua SMA. Dia tidak sendiri beberapa temannya juga telah menjadi yatim dan harus tinggal jauh dari orang tua.

Bersama Dino dan sembilan  santri lainnya yang yatim dan dhuafa tim dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah Sulawesi Selatan (Laznas BMH Sulsel) mengajak mereka berbelanja kebutuhan harian di pondok pesantren, Kamis (11/03/22).

Bermacam keperluan mereka beli seperti odol, sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi dan makanan serta minuman ringan.

Dino menceritakan keperluan hariannya selama ini dibantu oleh ustadz dari Pesantren, sedangkan Rahmat Bohari yang telah di tinggal mati ayahnya 8 tahun lalu kadang mendapat kiriman dari kakaknya. “Kalo habis betul sabunku. Minta sama sepupu,” ujarnya.

Tentu saja hidup tidak memiliki orangtua sangat berat bagi anak anak ini. Begitupun jauh dari keluarga. Namun kepedihan itu mereka tahan untuk mendapat pendidikan dan penghidupan masa depan yang lebih baik.

Program Muharram Bangkit  yang diinisiasi oleh Laznas BMH mengambil spirit hijrahnya Nabi Muhammad. Program ini memberi kepedulian pada anak-anak yatim dhuafa yang hendak mengentaskan diri dan mandiri menjadi lebih baik. 

Yuk bantu yatim lainnya dengan berdonasi kebutuhan harian santri. Basori



BACA JUGA