Monday, 26 September 2022 | 08:24 Wita

Orientasi Diri Menentukan Niat dan Tujuan Hidup

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

Oleh : Ust Drs Nasri Buhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

OPINI, HidayatullahSulsel com — Allah ta’alla berfirman dalam surah Al Qasaf : 77

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Sesungguhnya kalau kita ingin memahami diri kita, memahami akan hakikat kehidupan kita sebagai manusia dan sebagai orang beriman itu semata untuk menggapai ridha Allah ta’alla.

Jika Allah ridha maka tak ada yang menghalangi kebaikan di dunia atau balasan di akhirat kelak.

Allah berfirman di surah Al Fajr : 27-30

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku

Allah ta’alla hanya menyapa orang yang bathinnya tenang yakni orang beriman untuk masuk kepada suatu kelompok orang yang beribadah untuk mendapatkan jannah.

Jannah itu tak hanya di akhirat, tapi juga di dunia. Yakni kenikmatan dan ketenangan.

Maka untuk menggapai hakikat hidup ini maka yang pertama dengan melakukan reorientasi yakni membuat pandangan atau cara pandang, cara melihat, cara kita untuk memiliki sesuatu dalam suatu aktivitas, pekerjaan dan tingkah laku.

Santri masuk ke pondok maka ada orientasi. Kita harus memiliki orientasi bagaimana memandang dan cara memandang yang baik dengan melihat diri sendiri (introspeksi)

Sebagai seorang mujahid di jalan dakwah maka dituntut untuk selalu melakukan reorientasi memandang diri kita supaya kita merenungi diri kita.

Caranya dengan “iqra bismirabik” melihat diri berdasarkan cara Allah dan petunjukNya.

Bahwa kita adalah makhluk diciptakan dari segumpal darah yang menggantung. Artinya manusia selalu tergantung membutuhkan dan memiliki ketergantungan kepada orang lain.

Mereorientasi diri berarti merenung dan mengevaluasi diri. Orientasi inilah akan menyadarkan posisi dan keberadaan diri bahwa kita manusia yang lemah.

Sehingga orientasi perlu. karena akan melahirkan niat dari kesadaran diri bahwa ada yang menciptakan kita.

Tidak akan muncul niat yang baik tanpa memahami hakikat keberadaan diri kita. Niat menentukan apa yang akan kita lakukan.

Sebagimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Niat itu sesuatu tekad yang dikomitmeken dalam diri Baik yang diucapkan maupun yang tidak diucapkan. Niat ini menentukan langkah apa yang akan kita buat.

Setelah niat maka akan muncul amal shaleh sebagaimana ayat di pembuka tulisan ini “dan carilah negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu”.

Orang yang berniat tanpa ketahui tujuan seperti layang-layang putus atau seorang yang naik kapal di tengah laut patah layarnya maka akan terombang ambing.oleh gelombang.

Tujuan kita diciptakan dan hidup di dunia ada dua saja yakni untuk menjadi khalifah dan hamba Allah untuk beribadah kepada Allah.

Amal ibadah adalah motor bagi semangat untuk capai tujuan, agar tak oleng dan terimbangambing. Dengan anegerah kesempatan, harta, kesehatan dan lainnya yang menyemangati untuk akhirtat.

Namun kita tak boleh lupa karena kita juga adalah khalifah.

Yakni sebagaimana firman Allah ta’alla

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“… dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Allah telah memberi kita banyak karunia salah satunya menjadi jamaah, meski dengan kesulitan dan tantangannya, maka berorientasilah untuk kebaikan.(*)

*) Disarikan dari tausyiah subuh di masjid Pesantren Tuwoti Hidayatullah Luwu Timur



BACA JUGA