Thursday, 29 September 2022 | 10:15 Wita

Laznas BMH-Paragon Bagi Quran Hingga Pelosok Sulawesi

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

HidayatullahSulsel.com — Desa Asuli yang berada tak jauh dari Danau Towuti, berjarak 627 Km atau perlu 14 jam berkendara dari Makassar menuju ke timur wilayah admistrasi Kabupaten Luwu Timur. Lokasinya berada di cekungan Teluk Bone dan diapit oleh tiga provinsi lainnya, di sinilah Yayasan Pondok Pesantren Ahlus Shuffa berada, terdapat jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak, SD, SMP dan SMA.

Sebagai salah satu ciri khas pesantren, pondok ini menerapkan program khusus penghafal Al-Qur’an, peminatnya datang dari berbagai kalangan. Penduduk asli setempat yang berutur bahasa Tae, Padoe atau wilayah sekitar yang berbahasa Bugis-Makassar juga memiliki minat yang cukup besar untuk menyekolahkan anak-anak mereka yang berbasis pesantren.

Walau berada jauh di pedalaman Sulawesi, soal pendidikan sudah cukup merata. Bahkan anak-anak mereka yang tinggal di pondok pesantren mampu beradaptasi dan bisa memiliki hafalan Al-Quran. Satu di antaranya Risma, remaja yang telah yatim sejak belia ini, telah menjadi santri sejak sekolah dasar.

Kini, ia telah memiliki hafalan 5 juz. Tentu saja menjadi seorang penghafal Al-Qur’an bukan perkara mudah. Sebab perlu kesabaran untuk mengulang-ulang hafalan. Terlebih bagi seorang wanita ada waktu-waktu tertentu dilarang memegang Al-Qur’an, walau tetap bisa bermurajaah.

Di pesantren ini, terdapat seratusan santri putri, mereka mengakses pendidikan yang setara dengan laki-laki tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita. Menghafal Al-Qur’an dan berpendidikan menjadi sebuah bekal terbaik untuk melahirkan anak-anak terbaik di masa depan.

Program penyaluran Al-Qur’an yang jumlahnya seribu eksemplar lebih ini dilaksanakan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) merupakan amanah dari mitra, yakni dari Paragon. PT Paragon Technology and Innovation merupakan perusahaan kosmetik lokal terbesar di Indonesia. Perusahaan berdiri sejak tahun 1985 dan telah mengembangkan lima brand, Wardah, Make Over, Emina, Putri, dan IX.(*)