Thursday, 6 October 2022 | 20:31 Wita

Hadiri Rakor FKPP Luwu, Hidayatullah Belopa Siap Sinergi dengan Seluruh Ponpes

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

LUWU, HidayatullahSulsel.com — Ketua Yayasan Al-Jihad Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Belopa, Ustadz Hamzah Sultan, turut serta menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren (Rakor FKPP) se-kabupaten Luwu di Pondok Pesantren Pertanian Islamiyah Salubanga, Luwu, Kamis, (6/10/2022).

Pesantren Hidayatullah Belopa salah satu anggota FKPP yang secara aktif mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) rutin diadakan sekali dalam 3 bulan. Pada pertemuan tersebut, Hamzah menyatakan, Pesantren Hidayatullah Belopa siap berpartisipasi aktif dalam menjalin sinergisitas bersama seluru pondok pesantren dan juga bersama pemeritah daerah.

“Dalam rapat ini, kami berkomitmen berpartisipasi aktif serta siap bersinergi dengan segenap ponpes se Luwu. Demikian halnya juga dengan pemerintah,” jelas Hamzah.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula sebagai pembicara Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kasi Pendis Kemenag), Drs Fakhruddin Umar MPdI. Fakhruddin mengharapkan program kemampuan berbahasa asing sudah selayaknya menjadi ciri khas pondok pesantren. Demikian halnya dengan Qirotul Kutub dan Tahfidzul Qur’an.

Senada dengan harapan Kasi Pendis Kemenag, Hamzah mengucapkan syukur sebab program tahfidz di Pesantren Hidayatullah Belopa merupakan program unggulan.

“Ya, Alhamdulillah. Terlepas dari kekurangan yang ada, Kami di Pesantren Hidayatullah memang mengedepankan program tahfidz atau hafalan Qur’an sebagai program unggulan. Insya Allah, ke depannya kami juga akan menjadikan kemampuan berbahasa asing sebagai bagian dari ciri khas kami.” Ujar Hamzah kepada reporte hidayatullahsulsel.com

Di penghujung dari Rakor FKPP se-Luwu tersebut, beberapa hasil yang dicapai di antaranya membangun citra pondok yang identik dengan kemampuan berbahasa asing, Qirotul Kutub, dan Tahfidzul Qur’an. Kedua, Komitmen pada visi dan misi pondok. Dan ketiga, menjaga pondok dari pengaruh radikalisme. (Ian Kassa)


Tags:

BACA JUGA