Saturday, 8 October 2022 | 05:49 Wita

Yayasan Auladi Pesantren Hidayatullah Jeneponto Pergantian Ketua. Ini Sebab dan Harapannya

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

JENEPONTO, HidayatullahSulsel.com — Yayasan Auladi Pesantren Hidayatullah Jeneponto melaksanakan Rapat Yayasan dihadiri langsung oleh Ketua Badan Pembina Yayasan Ustadz Drs Nasri Bohari MPd dan Anggota Badan Pembina Ustadz Armin SHI, Kamis (5/10/2022).

Agenda paling penting dalam rapat tersebut pergantian Ketua Yayasan. Selama ini Yayasan Auladi diketuai Baso Zulfikar SH, digantikan oleh Muhammad Basri sebagai Ketua Yayasan yang baru.

Bisri sebelumnya sebagai Sekretaris Yayasan. Sedangkan Baso mendapat amanah baru sebagai Manager Baitul Tamwil Hidayatullah (BTH) Sulawesi Selatan. BTH merupakan amal usaha baru Hidayatullah di Sulsel yang segera beroperasi.

Ust Nasri yang juga Ketua DPW Hidayatullah Sulsel itu menyampaikan arahan bahwa Yayasan Auladi telah diakui perannya mengelola pesantren ‘tak berpagar’ , “Masyarakat setempat telah merasakan keberadaannya mampu memperankan sebagai lembaga dakwah dan layanan pendidikan,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Ust Nasri yang juga putra asli Jeneponto, yayasan ini harus dikelola dengan baik, propesional, memberikan layanan dan program yang terbaik untuk ummat atau masyarakat sekitar.

“Maka kepada pengurus yang diamanahi tugas harus aktif membaca dan memahami kondisi, juga senantiasa mengevaluasi kinerja dan memenitoring segalanya kegiatan yang menjadi program diterapkan di Yayasan Aluladi,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kehadiran Hidayatullah yang diwujudkan dalam kegiatan mainstream tarbiyyah dan dakwah seoptimal mungkin dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Sebagaimana Auladi di Desa Pallantikan Jeneponto hadir telah memberi manfaat dan dampak bagi masyakarat, khususnya masyarakat sekitar pondok

Kepada pengurus baru, Ustadz Armin yang juga perintis pesantren Hidayatullah di Bumi Turatea Jeneponto menyampaikan harapannya, semoga dengan ketua yang baru bisa lebih membawa program yayasan ke arah lebih baik.

“Tahfidz cilik Auladi yang merupakan Binaan yayasan ini adalah program unik dan jarang ditemukan di pesantren lain, sebuah pesantren yang mendidik santri usia masih anak-anak untuk mampu menghafal dan mengamalkan nilai Alquran dalam.kehidupan kesehariannya,” jelasnya.

Dia pun berpesan agar perogram unik tersebut lebih dikembangkan dan dilejitkan lagi. Juga selanjutnya mendorong tim yayasan untuk bekerja lebih maksimal.dan bermanfaat bagi umat. (baso zf)


Tags:

BACA JUGA