Thursday, 13 October 2022 | 09:05 Wita

Dinkes Enrekang Sosialisasi BIAN di SD Integral Ulul Albab Hidayatullah Sudu

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

ENREKANG, HidayatullahSulsel.com –– Kepala Seksi (Kasie) Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Matra Dinas Kesehatan (Dinkes) Enrekang Salman Patading SKM berkunjung ke Kampus Pesantren Hidayatullah Sudu, Enrekang, Rabu (12/10/2022).

Turut hadir pula Kepala UPT Puskesmas Sudu, Kecamatan Alla Sabir SKep, Ns MAdmKes dan beberapa petugas lainnya dari Puskesmas Sudu serta seorang Penyuluh Agama Islam KUA Alla, Patmawati.

Kehadiran tim kesehatan tersebut dalam rangka Sosialisasi Program BIAN di hadapan para wali murid SD Integral Ulul Albab Hidayatullah Sudu.

BIAN merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan RI. “Jadi, BIAN itu singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional,” terang Salman.

BIAN dilaksanakan sejak Mei 2022 di sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, kecuali Jawa dan Bali yang baru dimulai pada Agustus 2022 lalu.

Untuk sasarannya, tambah Salman, diprioritaskan untuk anak-anak usia 9 bulan sampai 12 tahun.

“Makanya kami ke sini untuk memastikan seluruh orangtua mau memberikan rekomendasi kepada anaknya untuk mendapatkan imunisasi,” jelas Salman.

Dijelaskan, program BIAN tahun 2022 ini adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB–Hib yang terlewat.

Sehingga, katanya, jika program ini sukses tahun ini maka tahun depan rencananya akan diadakan imunisasi lainnya yaitu tetanus dan difteri.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPT Puskesmas Sudu. Menurut Sabir, imunisasi Campak – Rubella tersebut sangat penting sebab sering menimpa anak-anak tapi dibiarkan oleh orang tuanya.

“Bahasa latinnya, disebut Measles and Rubella. Disingkat MR. Dalam bahasa Indonesia disebut Campak – Rubella. Tapi dalam bahasa ta to duri, biasa dibilang Sarampa,” terang Sabir.

Karena itulah, jelas dia, kadang orang tua membiarkan karena beranggapan bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, kata dia menambahkan, penyakit ini memiliki dampak jangka panjang berupa kebutaan, radang otak dan paru hingga kematian.

Dia berharap, edukasi soal Sarampa ini merata di masyarakat Sudu pada umunya, agar tidak ada pembiaran begitu saja.

Sosialisasi tersebut ditutup dengan tindakan imunisasi Campak – Rubella untuk anak-anak SD Integral Ulul Albab Sudu.(Adjie P/*)