Sunday, 16 October 2022 | 14:23 Wita

DPW Sulsel Gelar Halaqah Gabungan Se-Luwu Raya di Pesantren Hidayatullah Palopo

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

PALOPO, HidayatullahSulsel.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel melaksanakan Halaqah Gabungan Lailatul Ijtima’ di Pesantren Hidayatullah Palopo, Ahad (16/10/2022).

Hadir kurang lebih 50 kader Wustha se-Luwu Raya. Ketua Yayasan Al-Mubarak Hidayatullah Palopo, Ustadz Amrullah, S.Fil.I mengatakan terimakasi atas kehadiran peserta dan kepercayaan DPW Hidayatullah Sulsel untuk menjadi tuan rumah.

“Kami mengharapakan agar kelak, pada acara selanjutnya, mungkin kegiatan-kegiatan tambahan bisa dipadatkan,” ucap mantan aktivis HMI tersebut.

Dalam sesi kajian Manhaj Sistematika Wahyu, Kepala Departemeh Ekonomi dan Aset DPW Hidayatullah Sulsel, Ustadz Imran Djufri, S.Pd.I memberikan penjelasan kandungan filosofis yang terdapat dalam Qur’an Surah Al-Alaq: 1-5.

Dalam penjelasannya, Imran menyebut bahwa Surah Al-Alaq merupakan proses di mana Allah mengenalkan dirinya.

“Wahyu pertama merupakan proses ma’rifat. Artinya, melalui ayat-ayat Al-Alaq itu, Allah mengenalkan diri-Nya. Secara filosofis, kandungan dari Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5 tersebut bermuatan Tauhid. Sebuah pondasi dari keimanan kita. Pada tauhid inilah yang kemudian menjadi fokus dakwah Rasulullah di Makkah. Sebab, seperti yang kita tahu, tantangan dakwah Rasulullah itu adalah degradasi keimanan masyarakat Makkah yang paganistik, penyembah berhalah,” ucap Imran dengan gamblang di depan peserta Halaqah.

Jelang penutupan Halaqah Gabungan Lailatul Ijtima’ tersebut, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel, Ustadz Nasri Bohari, M.Pd memberikan penguatan serta tausiyah penutup di hadapan puluhan peserta halaqah.

“Kalau kita ingin bisa bersaing dengan gerakan lain, maka kita harus bisa lebih baik dari yang lain itu dalam hal kecerdasan, dalam hal strategi, bahkan di segala lini,” ujarnya memompa spirit puluhan kader.

Di samping itu, Nasri yang juga Koordinator Murobbi Hidayatullah Zona Luwu Raya tersebut menyampaikan pesan khusus terkait posisi sebagai pemimpin, atau ketua dari sebuah amanah yang dipegang. Nasri menyampaikan posisi ketua merupakan posisi yang mulia, akan tetapi posisi tersebut juga perlu diwaspadai dari fitnah.

“Seorang ketua, entah itu ketua DPW, DPD, DPC, ketua Yayasan kah itu, ketua BTH kah itu, ketua apa pun itu, dia harus mencontohkan ketaatan tertinggi dibanding yang lainnya. Dengan begitu, ketua itu akan mulia. Tetapi, perlu hati-hati juga. Sebab, posisi ketua bisa menimbulkan bahan cerita bagi yang lain. Ini yang patut diwaspadai,” jelas sosok pehobi futsal tersebut.(Ian Kassa)