Saturday, 12 November 2022 | 21:14 Wita

Murobbi itu Sang Pahlawan

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

Oleh: Fatahillah, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Ketika membaca sejarah perjuangan para pahlawan dan orang-orang hebat, selalu saja ada pendidik hebat berada di belakang dan menyertai langkahnya, ditopang dengan kekuatan, doa, ilmu dan keteladanan.

Disebut pahlawan karena memiliki keberanian untuk melawan penjajah kala itu. Pengorbanan harta, fikiran bahkan nyawa menjadi kontribusi utama, begitulah gambaran singkat pahlawan terdahulu.

Di abat modern saat ini, murobbi merupakan pahlawan, sosoknya menjadi sumber inspirasi, perannya berfungsi menjaga jiwa para kader agar tidak terjajah dari sifat kebodohan, kemalasan, dan ketidakdisiplinan, dan kesombongan.

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, menjadi perhatian utama pasca kemerdekaan Republik ini. Jauh hari telah dihimbau kepada kita semua oleh pahlawan terdahulu, bahwa jiwa mesti menjadi catatan penting sejarah untuk dijaga, dirawat dan dibimbing, matinya jiwa pertanda habislah cerita perjuangan.

Alhamdulillah, kehadiran murobbi sebagai penjaga dan pengawal ruhnya pergerakan kader melalui strategi taktik GNH, halaqoh dan mabit, menjadi sinyal bahwa murobbi adalah pahlawan abad modern

Fisik yang tidak mendapatkan asupan sehari tentu maka akan terlihat loyo, begitu juga sesungguhnya jiwa, bila tidak diberikan menu berupa GNH, halaqah, dan mabit maka akan terdeteksi jelas berimplikasi pada nafas gerakan yang dilalui, amanah yang diberikan menjadi beban, pekerjaan tidak tuntas, halaqoh telat, GNH diabaikan,

Murobbi sebagai pahlawan menjadi spirit kemerdekaan jiwa yang tak akan pernah padam dari serangkaian serangan besar dari para penjajah berbentuk ketidaktaatan, kemalasan, hedonis, jorok dan tidak disiplin

Halaqah merupakan sebuah wadah mengatur, mengarahkan dan memperbaiki, dan mencas kembali gerakan perjuangan,
adapun salah satu fungsi halaqah yakni sebagai sarana untuk menjalin pertemuan untuk saling mengenal yang disebut dengan Muakhhoh (mempersaudarakan).


Dalam halaqah ini antara anggota halaqoh yang satu dengan anggota yang lainnya merupakan sebuah keluarga, dimana terjadi hubungan yang intensif untuk saling mengenali (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling membantu (ta’awun), dan saling menanggung (takaful).

Segala persoalan yang terjadi pada anggota halaqah secara dini dapat diketahui oleh murobbi dan yang lain dalam halaqah, demikian pula penyelesaiannya.

Bapak Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurahman Muhammad dalam kuliah subuh di Masjid Ar Riyadh menyampaikan:

“Tertip halaqah itu ada dalam shirah nabawi. Ada banyak jenis halaqah yang dilakukan Rasulullah bersama shahabat. Halaqah Jibril, halaqah Mushab bin Umair, halaqah Ali bin abi Thalib, halaqah Saad bin Abi waqqas dan lainnya. Halaqah maksimal 10 orang

Dakwah Rasulullah di Makkah selama 13 tahun murni dengan materi al-Qur’an. Men-zero-kan diri dari ilmu-ilmu yang lain. Maka proses keislaman Umar bin Khattab adalah karena kegigihan adik perempuannya mempertahan al-Qur’an untuk tidak direbut oleh Umar karena belum suci. Umar setelah masuk Islam, pernah “dimarahi” Rasulullah saat membawa Taurat.

Halaqah Madinah sebelumnya 12 orang. Kemudian, setiap 6 orang harus ditunjuk pemimpinnya. Kepemimpinan murobi yang umat menunggu atau menuntut di akherat.

Kepemimpinan itu bertanggungjawab kepada Allah karena dipilih oleh Allah. Meskipun secara dhohir dipilih oleh kita. Demokrasi tidak sama dengan syuro. Meskipun ada yang memaksakan diri dengan menyebut syuro adalah demokrasi Islam. padahal jauh berbeda syuro dengan demokrasi, hanya ada sedikit kemiripan.

Program halaqah di mana dan kapan saja harus dengan al-Qur’an. Membaca basmallah, hamdallah, hadist semuanya adalah berasal dari al-Qur’an. Jangan duduk-duduk berhalaqah tanpa membahas al-Qur’an.
Halaqah adalah proses untuk memiliki rasa saling mencintai dan saling memahami, agar tidak ada rasa saling su’udhon. Ketika pemimpin marah itu adalah karena tuntutan agar kita menjadi lebih baik.

Halaqah adalah berlatih untuk duduk-duduk bersama orang-orang, untuk biasa bergaul dengan semua orang. Baca sejarah, bagaimana dekatnya Jibril duduk memberikan wahyu kepada Muhammad. Sangat dekat dan sangat detail.

Berhalaqah untuk transformasi wahyu tidak akan nuzul ke hati kalau sekedar diucapkan saja tapi harus dipraktekkan. Kata Rasulullah, “Akhir zaman nanti ayat-ayat al-Qur’an hanya sampai di tenggorokan artinya hanya disuarakan atau diucapkan, tidak sampai nuzul ke hati.

Halaqah Saad bin abi Waqqas adalah halaqah pemberani dan yang pertama meneteskan darah orang kafir. Saat itu Saad bin abi Waqqas sedang berhalaqah dan shalat bersama dengan anggotanya di lorong Makkah, lalu datang orang kafir Quraisy yang hendak mengganggunya. Maka terjadilah perlawananan. Ini adalah simbol halaqah pemberani dan yakin. Siapa yang siap berhalaqah seperti Saad bin abi Waqqas?

Kita bisa mengalahkan musuh-musuh Islam akhir zaman dengan mukjizat al-Qur’an, meskipun mereka memiliki senjata nuklir. Kita di sini pertajam doa, ibadah shalat dan harus yakin. Sebagaimana Rasulullah saat menggali parit dalam persiapan perang khandak sudah memotivasi para sahabatnya bahwa Romawi dan Persia akan jatuh tumbang dalam kekuasaan Islam. dan prediksi itu benar terjadi padahal saat itu belum ada kekuatan apa-apa, jumlah muslimin juga terbatas, pungkasnya.”

Alhamdulillah, di halaqoh Ali Bin Abi Thalib, Ustadz Abdul Majid merupakan sosok Murobbi yang senantiasa memberikan keteladanan, inspirasi dan kekuatan iman, kami sangat bahagia memiliki pahalawan yang selalu mendoakan dan menjaga jiwa kami agar terus menyala. Halaqoh Ali juga dirancang untuk memiliki mental pahlawan, GNH Halaqoh Mabit adalah proses untuk mampu melawan penjajah abad modern.(*)



BACA JUGA