Monday, 14 November 2022 | 05:50 Wita

Hidup Sementara maka Berbuatlah Terbaik

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

Oleh : Ust Drs Nashri Bukhari MPd, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel

HidayatullahSulsel.com – Allah ta’alla berfirman dan surah Al Kahfi ayat 45 :
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

“Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Jika kita ingin memahami hakikat kehidupan kita sebagai manusia dan khususnya sebagai orang beriman, sesungguhnya semuanya untuk dapatkan ridho Allah ta’alla. Jika Allah telah berkehendak maka tidak ada yang bisa menghalangi.

Ayat di atas bisa kita pahami sebagi siklus kehidupan. Bahwa kehidupan kita di muka bumi ini harus kita manfaatkan. Kehidupan ini ibarat air hujan yang turun dari langit, merupakan keberkahan. Kita menjadi khalifah sekaligus hamba, dua tugas ini merupakan keberkahan.

Allah menurunkan keberkahan air ke bumi lalu menumbuhkan tumbuhan. Tumbuhan memberikan kesejukan dan keteduhan. Lalu “kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin” Allah maha kuasa atas segala sesuatu.

Demikianlah hidup, dari muda diberi pesona, lalu menua dan meninggal. Maka hidup harus dimaknai sebagai proses dari ada menjadi tidak ada, apakah bermanfaat, berprestasi atau sebaliknya.

Karena kehidupan ini semua sifatnya sementara maka bagaimana mengelola hidup ini sebaik-baiknya.

Maka mari memproses diri untuk persiapkan diri bisa sedewasa usia. Kedewasaan berupa karakter, pribadi dan akhlak. Karena ada manusia yang dewasa usia tapi masih kekanak-kanakan kepribadiannya.

Kedewasaan hanya bisa dibentuk dengan tarbiyah dan didikan. Dan tempatnya yang paling tepat untuk didikan karakter, kepribadian dan akhlak itu di pesantren.

Bukti sederhana misalnya dengan kemampuan dan keberanian santri mampu berceramah kepada jamaah yang usianya lebih tua. Karena hal itu sejatinya tak mudah bagi sebagian besar orang.

Maka mari kita gunakan keterbatasan usia dan waktu untuk berbuat maksimal. Amanah sebagai pengurus di Hidayatullah harus dilaksanakan dengan baik. Demikian pula seorang santri agar berbuat dengan amal terbaik, berdisiplin, bersungguh-sungguh dalam belajar dan hal terbaik lainnya.

Ayat dalam surah Al Kahfi di atas menjelaskan kehidupan hingga kelak kita mempertanggungjawabkan di hadapan Allah ta’alla. Kehidupan itu sementara maka semaksimal mungkin berbuat terbaik.(fir)

*) Disarikan dari ceramah subuh di Masjid Ponpes Hidayatullah Parepare