Monday, 14 November 2022 | 09:45 Wita

Mushida Sulsel Gelar Daurah Bahasa Arab Santri Putri Hidayatullah

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

PAREPARE, HidayatullahSulsel.com — Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Daurah Bahasa Arab Santri Putri Hidayatullah Se-Sulsel di Kampus Madya Hidayatullah Kota Parepare, Jum’at-Ahad (11-13/11/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan Departemen Pengaderan PW Mushida Sulsel itu diikuti 52 peserta utusan pondok pesantren Hidayatullah se-Sulsel.

Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Parepare Ustadz Abdul Jabbar sebagai tuan rumah mengapresiasi dan mendukung program Daurah Bahasa Arab ini. “Santri putri yang hadir sudah semestinya bersyukur ada wadah untuk belajar bahasa Arab, bahasa al-Qur’an, jadi orientasi mempelajarinya yaitu untuk memahami isi, kandungan, nilai, hikmah dari ayat-ayatNya, bukan berasas karena untuk kepentingan duniawi,” urainya.

Hal yang sama disampaikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulsel diwakili Kadep Dakwah Ustadz Reskyaman SPd M M. “Para peserta Daurah Bahasa Arab ini bukan untuk sekadar mau pintar, sebab Abu Jahal saja tidak diragukan kemampuan bahasa Arabnya, dikenal cerdas di kalangan kaum Quraisy, tetapi kecerdasannya itu tidaklah mengantarkannya untuk beriman dan memeluk Islam,” tuturnya.

Jadi tambahnya, mempelajari bahasa Arab ini untuk dijadikan alat untuk lebih memahami al-Qur’an, menambah keimanan dan mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an. “Sebab suatu hal yang lucu apabila tahu bahasa Arab, tetapi terhadap al-Qur’an tidak peduli, bahkan bisa saja tidak dibaca,” ucapnya.

Ketua Panitia Sahlah al-Ghumaishaa’ mengakui bangga dengan antusiasnya pengurus Pesantren Hidayatullah di seluruh daerah menugaskan para santri putri. “Target awal estimasi peserta hanya 30-an orang, namun ternyata hadir 52 orang yang registrasi. Rata-rata ponpes mengutus 5 peserta,” rincinya.

“Melalui kegiatan ini tidak hanya datang sekadar untuk belajar, tetapi banyak hal kebaikan yang menyertainya salah satunya adalah menjalin silaturrahim antar santri, dan berbagi spirit satu sama lain,” terangnya.

Daurah yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi oleh pemateri alumnus LIPIA, ustadzah Waode Aisyah Lc.

“Ada 4 hal alumni peserta daurah bahasa Arab yang harus dilakukan yaitu banyak menghafal kosakata terutama yang ada di sekitar. Kedua, tulis apa yang dihafalkan. Kemudian, praktikkan dan banyak mendengar percakapan dan lainnya yang berbahasa Arab,” sarannya.

Ustadzah Fatinah Fathihah Fath Lc menambahkan untuk membangun bi’ah lughowiyah di lingkungan asrama maka perlu banyak belajar dan aplikasikan ilmu.

“Belajar itu memang susah, kalau mudah ngapain belajar. Belajar itu susah maka dipelajari. Mau jadi orang yang keren maka pelajarilah bahasa Arab dan praktikkan,” tutur alumnus Universitas al-Azhar, Kairo Mesir tersebut.(thesahl)



BACA JUGA