Saturday, 22 October 2022 | 17:55 Wita

Santri, Ulama dan Resolusi Jihad Abad 21

Editor: Firmansyah Lafiri
Share

Oleh : Fatahillah, Pengurus DPD Hidayatullah Maros

HidayatullahSulsel.com — Alhamdulillah hikmah yang dapat diperoleh dari memperingati hari santri, yakni menyerap energi spirit para pendahulu dalam kancah pertempuran melawan para penjajah.

Resolusi adalah tuntutan, peran ulama begitu penting untuk sebuah kemenangan baik lahiriah dan batiniah. Sejarah mencatat bagaimana peran ulama, sehingga abad 21 ini ulama harus menjadi sandaran dan sumber energi dalam kehidupan. Kita berharap ada resolusi dari ulama di abad 21 ini tentu resolusi jihad pendidikan dan dakwah, ekonomi dan politik

Santri harus memahami bahwa hari ini perang itu tidak lagi berhadapan dengan penjajah melalui senjata, tapi penjajah hari ini berbentuk peradaban modern, yang mana pola kerjanya sangat halus, kadangkala justru sebagian manusia tidak sadar mempersilahkan musuh masuk dalam kehidupan kita, inikan tidak mudah ? Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh santri di zaman penuh intrik

Penjajah hari ini bernama kemalasan, kebodohan, ketidakdisiplinan, tidak menjaga kebersihan jiwa dan raga, tidak taat, tidak menjalankan hasil musyawarah, pemikiran keliru, dan anti terhadap saran masukan. Inilah sesungguhnya musuh hari ini para santri Hidayatullah yang harus dibombardir dengan CornerShot bernama GNH (Gerakan nawafil Hidayatullah).

Maka jihad menjadi senjata ampuh untuk mengalahkan semua penjajah hari ini, perjuangan kesungguhan dalam merencanakan, berfikir merenungkan agar matang betul perencanaan ini, tidak mungkin melakukan kebaikan tanpa perencanaan yang baik, inilah disebut Ijtihat,

Setelah ijtihat barulah jihad, jihad adalah keseriusan dalam mewujudkannya, perjuangan fasilitas penunjang disiapkan, perjuangan melaksanakan berbagai rintangan dan godaan disebut dengan mujahada.

Ijtihad, jihad dan mujahada bermakna jahadu, sebagaimana dalam surat Ali Imron ayat 142


, أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar

Dalam tafsir As- sa’di dijelaskan
ini merupakan pertanyaan penolakan, maksudnya, janganlah kalian berpikir dan terlintas di benak kalian bahwa kalian akan masuk surga tanpa kesulitan dan menghadapi segala macam cobaan di jalan Allah ﷻ dan dalam mencari keridhaan Allah ﷻ.

Karena surga itu merupakan puncak keinginan dan suatu yang paling utama untuk diperebutkan oleh orang-orang yang bersaing.

Semakin besar keinginan, maka semakin besar pula sarana dan pekerjaan (yang dibutuhkan) untuk mencapainya, maka tidaklah amal itu akan menyampaikan kepada ketenangan kecuali dengan meninggalkan (sifat) santai, dan tidaklah amal itu mendapatkan kenikmatan kecuali dengan meninggalkan kenikmatan tersebut.

Akan tetapi cobaan-cobaan dunia yang diderita oleh seorang hamba di jalan Allah ﷻ ketika jiwa menempatinya dan terlatih dengannya serta mengetahui akibat dari itu semua, maka hal itu akan berbalik menjadi suatu anugerah bagi orang-orang yang memiliki hati nurani yang dalam, di mana mereka bahagia dengannya dan mereka tidak peduli dengan cobaan itu.

Itu adalah karunia Allah ﷻ yang diberikan kepada orang yang dikehendakiNya. Kemudian Allah ﷻmengecam mereka dengan ketidaksabaran mereka terhadap suatu perkara yang sebenarnya mereka harapkan dan mereka inginkan seraya berfirman,

Alhamdulillah resolusi Allah menjadi pemantik bagi santri untuk terus bergerilya dan all out melakukan manuver terhadap penjajah abad modern hari ini. Tentu menggunakan strategi langit dan bumi dengan nafas Al Alaq, Al qolam, Al Muzammil, Al Mudatsir dan Al Fatihah

Insya Allah dengan kuatnya aqidah, tajamnya bambu rucing bernama GNHalaqohMabit, dengan integritas spiritual yang bersih, insya Allah disitu ada kemenangan dunia Akhirat.(*)



BACA JUGA